Day: October 8, 2019

3 Kesalahan Paling besar Manchester United Telah Dibuat Sejak Keberangkatan Sir Alex Ferguson


Tak satu orang pun akan menggambarkan bahwa Manchester United akan punah begitu jauh dari penghujung disaat Sir Alex Ferguson pensiun, bahkan peminat fanatik dari klub saingan.

Setan Merah belum membela gelar Federasi Premier – dan bahkan belum jelang – sejak kepergian manajer legendaris Skotlandia.

Tiga manajer telah datang dan pergi, dan sekarang giliran mantan pemain dan legenda club Ole Gunnar Solskjaer untuk membalikkan bumantara di Klub tetapi sejauh ini belum berjalan dengan baik.

Manchester United jauh, jauh dari para Penguasaan dan dapat binasa ke bawah 10 besar atau bahkan lebih jauh.

3 Penyimpangan Terbesar Manchester United Telah Dibuat Sejak Kepergian Sir Alex Ferguson

Tapi, di mana semua itu salah? Mari kita lihat 3 penyesatan terbesar yang telah dibuat Manchester United sejak kepergian Sir Alex

# 1 Tidak ada pria sepakbola di ruang rapat

Menyusul pembukaan yang buram pada periode 2019-20, kritik untuk Manchester United tidak kecuali berjejak pada manajer dan para pemain, sekalipun juga orang-orang yang bekerja di ruang dewan, terutama utusan sang pemimpin eksekutif Ed Woodward.

Sementara Manchester United telah membuat rekor pendapatan dan meluas banyak penyumbang baru, mereka telah sia-sia di era lapangan dan lagi.

Pecinta United tidak pernah senang dengan pemilik Klub bangsa Glazer, karena mereka merasa bahwa pemilik Amerika tidak bersemangat tentang Club sebaliknya lebih melihatnya sekiranya penghasil pendapatan bagi mereka.

Woodward mematuk alih dari David Gill pernah ia melahirkan musim yang sama dengan Sir Alex Ferguson, melainkan ia tidak membuat dirinya disukai peminat karena ia telah membuat seluruh penyelewengan dalam perannya di klub.

Yang paling penting, pecinta percaya bahwa Woodward tak “pemain sepak bola” karena ia tidak memiliki pengalaman pada awal mulanya dalam menggapil Club Para peminat dan cerdik pandai menuntut United mengakui direktur sepakbola, yang dapat beraksi apabila penghubung jarak manajer dan dewan dan membuat keputusan sepakbola.

# 2 Manajer yang sebagai metode berbeda

United memiliki empat manajer permanen sejak keberangkatan Alex Ferguson. David Moyes, yang disebut-sebut perumpamaan “Terpilih” bahkan tidak bersi teguh satu musim di Old Trafford karena kerja itu terlalu besar baginya.

Pengubah Moyes, Louis van Gaal, datang dengan CV yang mengesankan, setelah mengelola setengah klub besar di Eropa, termasuk juga Barcelona, Sedangkan ia juga dipecat, tetapi bela Piala FA.

Setelah itu datang Jose Mourinho, yang memenangkan tiga gelar Ikatan Premier dengan Chelsea dalam dua ketika tugas, meskipun ia dipecat pada masa 2018-19, yang memelawa Solskjaer diangkat selaku sementara.

Masing-masing manajer yang disewa club berbeda sebagai daya upaya dan dalam gaya permainan yang mereka sukai. Moyes coba menambahkan apa yang dilakukan Ferguson di Klub sekalipun tidak bisa meniru guna-guna sesama pemain Skotlandia itu.

Van Gaal membawa sepak bola yang lebih berbasis kepemilikan ke Old Trafford, yang jadinya membuat para pecandu bosan, sementara Mourinho memiliki pendekatan yang lebih pragmatis dengan para pemain yang tahan selaku fisik untuk mendominasi permainan.

Dewan belum merekrut manajer yang memiliki gaya permainan tertentu – atau metode Manchester United – lebih mengangkat manajer Tertinggi Metamorfosis alat ini berarti bahwa pemain tertentu tidak akan cocok dengan gaya permainan manajer tertentu, yang pada gilirannya berarti bahwa pemain baru harus mundur dan yang lain akan ditunjukkan gerbang keluar.

Jika United memiliki rencana pada jenis sepak bola yang ingin mereka mainkan, mereka boleh mengontrak manajer yang pacak dengan gaya permainan mereka, yang telah hilang.

# 3 Tidak membayar pembelian atau penjualan yang tepat

Cukup mengejutkan bahwa para pemain seperti Chris Smalling dan Phil Jones, yang telah kaya di club sejak kala pemerintahan Sir Alex Ferguson, bersisa memaraf kontrak dengan klub (Smalling telah pergi ke Roma dengan status utang dan bersisa memiliki permufakatan dengan United) . Ke-2 pemain telah diberikan banyak keadaan dan sebagian tahun untuk mengekspresikan potensi mereka, dan belum Dipasarkan